JAKARTA - Pilot TNI Angkatan Udara, Letkol penerbang IG Putu Setia Darma, berbagi cerita saat dia mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari medan perang di Yaman.
Menurutnya, hambatan tersesar dari proses evakuasi WNI di Yaman adalah soal izin. "Jadi, di Yaman itu wilayah udaranya sudah berada di bawah otoritas Arab Saudi. Segala izin masuk harus lewat Saudi.
Sedangkan di darat masih di bawah kendali pemerintah Yaman. Sehingga untuk masuk zona udara harus seizin Saudi, tapi untuk masuk ke Yaman harus seizin pemerintah Yaman," katanya, Senin (13/4/2015).
"Untuk mendarat di Yaman pun ada masalah baru. Yakni, di Yaman ada dua pemerintahan, Houthi dan pemerintah resmi Yaman," ujarnya. Akibat perang di Yaman, lanjut dia, rute terbang pesawat selalu berubah setiap harinya.
Menruut Putu, pihak TNI AU sempat kelimpungan ketika Saudi menerapkan no flight zone (zona larangan terbang) dia atas wilayah udara Yaman. Kebijakan itu diterapkan karena saat itu Saudi hendak melakukan serangan. "Saat itu kita kita hendak mengevakuasi WNI di al-Hudaydah, kita sudah mencoba meminta izin dari pagi sampai sore.
Biasanya izin itu keluar tengah malam, tapi sampai pagi lagi kita masih belum mendapatkan izin," tuturnya.
"Ternyata memang hari itu, yaknni hari Sabtu kita memang tidak diberikan izin terbang karena saat itu Saudi sedang melakukan serangan," imbuh dia.
Ditanya, apakah ada rencana jika saat melakukan evakuasi tiba-tiba Saudi melakukan serangan, Putu mengatakan, dalam situasi seperti itu, militer Saudi sudah lebih dulu memberikan arahan kepada TNI AU agar menjauh. "Jika membandel, kita akan dipaksa untuk mendarat di tempat yang aman," katanya
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Cerita Pilot TNI Evakuasi WNI di Medan Perang Yaman"
Posting Komentar