Presiden
Joko Widodo (Jokowi) menyambut Perdana Menteri Kerajaan
Norwegia Erna Solberg di Istana Merdeka, Selasa (14/4).
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
Pemerintah Indonesia dan Norwegia saling mendukung untuk
mencalonkan diri sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan
Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
"Kedua negara mendukung pencalonan Anggota Tidak Tetap DK
PBB periode 2019-2020 untuk Indonesia dan Norwegia untuk
periode 2021-2022," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam
pernyataan bersama usai pertemuan bilateral dengan PM
Kerajaan Norwegia Erna Solberg di Istana Merdeka Jakarta,
Selasa.
Menurut Presiden Jokowi, dalam pertemuan itu kedua kepala
pemerintahan juga bertukar pikiran mengenai isu Laut Tiongkok
Selatan maupun situasi di Timur Tengah.
Pertemuan bilateral kedua negara, dikemukakan Presiden,
berlangsung produktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan.
"Kunjungan PM Norwegia Erna Solberg ke Indonesia ini
merupakan yang pertama," kata Presiden Jokowi.
Presiden menyebutkan, bagi RI, Norwegia merupakan mitra
kerja sama yang penting dalam bidang lingkungan hidup,
perikanan, penegakan hak asasi manusia, pengembangan
maritim.
"Oleh karena itu kami bahas upaya-upaya peningkatan kerja
sama bilateral bidang lingkungan hidup yang pelaksanaannya
sudah mulai dari tahun 2010," kata Presiden.
Kedua negara juga meningkatkan kerja sama dalam
pemberantasan penangkapan ikan secara tidak sah (illegal
fishing), penyediaan energi listrik dari biogas dan kerja sama
untuk melatih 25 polisi wanita dan 12 guru dari Afganistan di
Jakarta dan Bandung.
"Dalam bidang pendidikan ada kerja sama antarpeguruan tinggi,
seperti dengan UGM, ITB dan Akper Ibnu Sina," demikian
Presiden Jokowi.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "RI-Norwegia saling dukung jadi anggota DK PBB"
Posting Komentar